Laskar pelangi

Buah karya dari mas Andrea Hinata ini pastinya telah diketahui oleh semua kalangan khususnya di Indonesia. Saya sendiri sangat mengagumi film novel ini, dan telah selesai membaca buku novel-nya untuk yang ke-dua kalinya. Film-nya sendiri mendapat sambutan yang sangat luar biasa, terbukti pada awal tayang perdana di bioskop-bioskop Indonesia selalu saja penuh dalam antrian tiket dan terkadang harus menunggu seharian untuk mendapat giliran menonton.

Berikut adalah beberapa komentar dari tokoh-tokoh nasional mengenai novel Laskar Pelangi ini :
“Ramuan pengalaman dan imajinasi yang menarik, yang menjawab inti pertanyaan kita tentang hubungan-hubungan antara gagasan sederhana, kendala, dan kualitas pendidikan.” (Sapardi Djoko Darmono - Sastrawan dan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UI)

“Di tengah berbagai berita dan hiburan televisi tentang sekolah yang tak cukup memberi inspirasi dan spirit, maka buku ini adalah pilihan yang menarik. Buku ini ditulis dalam semangat realis kehidupan sekolah, sebuah dunia tak tersentuh, sebuah semangat bersama untuk survive dalam semangat humanis yang menyentuh.” (Garin Nugroho - Sineas)

“Cerita Laskar Pelangi sangat inspiratif. Andrea menulis sebuah novel yang akan mengobarkan semangat mereka yang selalu dirundung kesulitan dalam menempuh pendidikan.” (Arwin Rasyid - Dirut Telkom dan dosen FEUI).

“Inilah cerita yang sangat mengharukan tentang dunia pendidikan dengan tokoh-tokoh manusia sederhana, jujur, tulus, gigih, penuh dedikasi, ulet, sabar, tawakal, takwa, [yang] dituturkan secara indah dan cerdas. Pada dasarnya kemiskinan tidak berkorelasi langsung dengan kebodohan atau kegeniusan. Sebagai penyakit sosial kemiskinan harus diperangi dengn metode pendidikan yang tepat guna. Dalam hubungan itu hendaknya semua pihak berpartisipasi aktif sehingga terbangun sebuah monumen kebajikan di tengah arogansi uang dan kekuasaan materi.” (Korrie Layun Rampan - Sastrawan dan Ketua Komisi I DPRD Kutai Barat)




Share
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

La Tahzan (Jangan Bersedih)

Buku karya Aidh Al Qarni yang masih menjadi Best Seller diseluruh dunia sejak liris buku ini di tahun 2006 karena isinya sangat menggugah dan menyembulkan makna makna yang sering kita anggap sepele menjadikan  sebuah hikmah yang syarat makna. Dan begitu jelas benar atau salahnya suatu tindakan yang kita lakukan, dalam buku ini banyak dibahas dari A sampai Z mengenai kehidupan kita sehari hari dari yang paling umum sampai yang paling khusus dengan gaya bahasa yang ringan.

Halaman demi halaman ada tema tema tentang kehidupan, hubungan masyarakat, bersedekah, tentang wanita, pria, anak anak  semua dikupas tuntas dan dijabarkan apa yang patut dan apa yang tidak boleh, dibawakan dengan gaya bahasa yang ringan dan menyempilkan beberapa ayat Alqur’an dan hadist yang simple, sehingga tidak membosankan untuk dibaca.

Setiap bab ada bagian rehat yang berisi anjuran yang bahasanya sangat indah dan menarik. Sehingga pikiran pun tidak bebal karena membaca buku yang tebal. Buku ini juga sangat mujarab untuk mengobati hati kita yang sedang gundah, sedih atau sakit hati. Karena kandungan buku ini sangat tahu apa yang kita rasakan, maka penyampaiannya sangat mendekati dan tepat sasaran dengan suasana hati kita. Serta di beberapa halaman ada anjuran dan filosofi yang pas buat yang sedang broken heart.

Kesimpulannya buku ini menganjurkan kita selalu menjalani hidup dengan ikhlas dan istiqomah, selalu bersyukur dan jangan suka mengingkari suratan takdir. Di dalamnya juga terdapat banyak kalimat yang mampu membakar semangat kita untuk terus berupaya dalam hal kebaikan dan kemajuan. Senantiana membuat kita percaya diri menjalani hidup ini walau bagaimanapun kondisinya, setelah membaca sampai selesai buku ini.




Share
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah Para Peminang Bidadari


Novel ini berkisah tentang para mujahidin (pejuang Islam) yang berperang melawan musuh-musuh Islam di berbagai medan pertempuran. Dengan berbagai karakter dan latar belakang par amujahidin menemukan tujuan yang sama yaitu mengharpa Ridlo Allah dengan berjihad fi sabilillah.

Cerita-cerita para mujahidin ini, sangat bermanfaat bagi kaum muslimin untuk menambah motivasi dan semangat berjuang di jalan Allah dan di dalam berdakwah Islam. Ciri khas seorang muslim adalah berlomba dalam kebaikan. Maka, ebook ini layaklah menjadi salah satu buku motivator bagi pejuang Islam. Jika mereka bisa maka muslim manapun pasti bisa melakukan dengan bekal iman dan keiklasan hanya mengharap keridloan Allah semata.




Share
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kimya Sang Putri Rumi

 Novel ini menceritakan kisah kehidupan Kimya, putri angkat Jalaluddin Rumi, sang Maulana. Kisah bermula dari masa kanak kanak Kimya, pergolakan batinnya sampai ia menemukan tempat yang cocok bagi jiwanya, hingga kisah pernikahannya yang unik.

Terlahir sebagai anak petani di pedalaman Anatolia, sejak kecil Kimya merasakan kerinduan misterius kepada Yang Gaib. Kimya menyaksikan dari dekat proses perubahan Maulana Rumi, dari seorang ulama terhormat di Konya,  menjadi perindu Tuhan, bersyair dan menari merayakan cinta Ilahi. Semua itu karena perjumpaannya dengan seorang sufi pengembara, Syams dari Tabriz.

Hidup Kimya semakin berliku setelah dia menjadi istri Syams. Kimya harus menghadapi permusuhan murid-murid Rumi dan penduduk Konya yang menganggap Syams meracuni pikiran Rumi. Melalui sudut pandang Kimya, kita juga akan melihat Rumi bukan hanya sebagai orang suci, tetapi juga sebagai seorang ayah dan suami, yang mengalami kegundahan yang amat manusiawi.

“Sangat unik karena untuk pertama kalinya Rumi ditampilkan dari sudut-pandang perempuan. Membacanya seolah mendengar bisikan Tuhan.” —Muge N. Galin, Ph.D., Dosen Sastra Inggris di Ohio State University  




Share
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dalam Mihrab Cinta (Habiburrahman El Shirazy)

Ketika pertama kali membaca novel salah satu karya Habiburrahman E S ini, kata demi kata, paragraf demi paragraf dan bab demi bab membuat kita merasa ingin sekali terlibat didalamnya. Penokohannya begitu Realistis, bagaimana seorang santriwan berjuang demi hidup, martabat dan harkat. Sampai beberapa kali mengalami cobaan dalam hidupnya.
Disamping itu, novel ini mempunyai jalan cerita yang unik yang saya yakin tidak dimiliki oleh novel lainnya. Salah satunya bisa anda nikmati dalam novel karya Habiburrahman E S ini....
 

Share
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ayat - ayat Cinta (Habiburrahman El Shirazy)

Tak ada yang terlambat dalam membaca buku, itu pikiran yang terlintas di benak saya ketika mencoba untuk menulis sebuah coretan seperti ini tentang novel Ayat Ayat Cinta. Novel yang memang bukan kategori baru lagi, mungkin kebanyakan orang mengenal Ayat Ayat Cinta bukan dari novelnya, tapi dari filmnya yang sempat booming pada awal 2008 lalu. Padahal novelnya sendiri sudah beredar di pasaran sekitar 2005.
Yang jelas jangan berbangga diri merasa sudah mengenal betul dengan isi cerita dari Ayat Ayat Cinta kalau hanya berdasarkan menonton filmnya saja, sekalipun sudah menonton sebanyak 10x. Kenapa? Bukankah film dan novelnya sama saja? Secara garis besar iya, tapi kalau boleh saya katakan perbandingan cerita antara film dan novelnya adalah 40:60. Benar sekali, banyak scene-scene dalam novelnya yang tak sempat tertangkap di filmnya. Walaupun mungkin dianggap scene-scene kecil, tapi justru yang kecil-kecil itulah jika dikumpulkan bisa menjadi sesuatu pembeda dari novel Ayat Ayat Cinta dengan novel-novel yang lain.
Contoh simpel saja, sebuah scene ketika Fahri di sebuah trem, membantu sosok Aisha yang dimaki oleh pemuda Mesir hanya karena memberikan tempat duduknya untuk seorang perempuan tua bule berkebangsaan Amerika Serikat. Dalam versi filmnya, adegan itu digambarkan dengan sangat mudah dan singkat, perdebatan yang ada seperti sebegitu mudahnya. Padahal dalam novelnya, perdebatan di adegan itu sangat detil dan penuh dengan kata-kata pencerahan yang sudah sepatutnya untuk kita ketahui, baik sebagai muslim ataupun sebagai non muslim.
Bahkan novel karya Habiburrahman El Shirazy ini juga sempat mendapatkan penghargaan sebagai pemenang Pena Award sebagai Novel Terpuji Nasional 2005 dan pemenang Anugerah Penghargaan The Most Favourite Book 2005. Berangkat dari sinilah akhirnya berbagai pro dan kontra mengiringi perjalanan novel ini. Banyak yang tidak setuju dengan penghargaan itu, sebab tema poligami yang tercerita dalam novel ini dianggap bukanlah pesan moral yang terpuji. Pendapat ini diungkapkan terutama oleh para penganut feminisme. Mereka menganggap poligami tak pernah bisa menyamankan perempuan, justru sebaliknya.
Tapi tentu saja tak layak bila kita belum benar-benar membaca novel Ayat Ayat Cinta, poligami yang disiratkan dalam novel ini sungguh jauh dari pembohongan, penistaan maupun pelecehan pada perempuan yang biasa terjadi pada poligami pada umumnya. Bahkan poligami sendiri bukanlah sebuah solusi awal, melainkan sebuah pilihan terakhir yang sebisa mungkin tak dilakukan. Setidaknya itulah yang tergambar ketika membaca novel ini.
Apalagi di novel ini banyak sekali kata-kata surgawi yang sepertinya bisa menjadi pencerahan bagi kita semua, baik bergaul dengan sesama manusia, ataupun ketika bercinta bersama isteri/suami sebagai kekasih tercinta. Belum lagi ketika saya melihat diakhir halaman novel ini, tertulis setidaknya ada 9 buku yang menjadi referensi dari kata-kata yang tercerita di dalam novel ini. Saya sendiri jadi berpikir, seperti bukan novel saja, tapi layaknya membuat skripsi saja sampai didampingi dengan referensi seperti itu.


Share
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Air Mata Cinta Pembersih Dosa

ebook yang satu ini bercerita tentang cinta yang sesungguhnya cinta yang kekal dimana kita dapat merasakan cinta itu sampai di akhirat, bukan cinta yang sementara, bukan cinta yang berupa materi dan bukan cinta karena nafsu, untuk apa mengejar harta dan kekuasaan bila akhirnya kita tinggalkan? kenapa harus memberi perhatian berlebihan jika para insan...

 

Share
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS